Showing posts with label Daily Life. Show all posts
Showing posts with label Daily Life. Show all posts

August 10, 2019

TEMPAT WISATA DI JOGJA YANG COCOK UNTUK SOLO TRAVELLING

Sebagai seorang mahasiswi yang merangkap wanita karir, memiliki waktu liburan itu sangat jarang. Pas kerjaan di kantor selesai, tugas kuliah menumpuk, atau pas kerja libur, tapi masuk kuliah. Dan seterusnya seperti itu.


Lalu kapan saya bisa liburan ? Biasanya saya memanfaatkan libur semester untuk travelling. Meskipun jadwal libur di kantor tidak sepanjang libur semester dari kampus, tapi syukurlah saya memiliki waktu libur kerja setiap weekend alias sabtu dan minggu.

Oh iya, saya ini tipe orang yang suka berpergian sendiri. Bukan karena saya tidak memiliki teman. Hahaha, memang saya lebih nyaman ke mana-mana sendiri. Introvert ? Enggak juga sih, saya bisa berkumpul dengan orang banyak dan ikut bersosialisai, ah terkadang juga ikut wisata berkelompok. Cuma kadang kalau saya cari partner buat jalan, suka nggak pas aja jadwalnya. Belum lagi beda pendapat yang kadang membuat jadwal tidak sesuai keinginan. Kenapa ngga dicoba dulu Dev ? Oh, saya sudah sering travelling sama teman terus tiba-tiba batal menjelang hari keberangkatan atau di lokasi rencana berubah karena partner kita. Selama saya bisa pergi sendiri yaudah saya memutuskan lebih baik jalan sendiri daripada mood pas liburan hancur, iya kan ?



Nah, salah satu kota aman yang cocok buat solo travelling itu adalah Jogja. Kota pelajar yang identik dengan warganya yang sangat ramah, tentu saja kota ini bisa jadi salah satu kota yang cocok untuk dicoba saat ingin solo travelling. Ada beberapa tempat yang saya rekomendasikan berdasarkan pengalaman saya datang ke sana , apa saja ya kira-kira ? Yuk baca sampai selesai !

Taman Sari


Taman merupakan salah satu tempat bersejarah di Jogja, lokasinya dekat dengan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Taman ini merupakan bekas taman Keraton Yogyakarta yang dibangun pada masa kerajaan Sri Sultan Hamengku Buwono 1. Sebenarnya lokasi Taman Sari ini sekarang sudah tidak seluas dulu akibat dijadikannya sebagai pemukiman oleh sebagian penduduk sekitar. Meskipun begitu, masih banyak spot foto yang bagus untuk diabadikan, apalagi buat yang mencari tempat instagrammable. Biaya masuk juga murah, hanya Rp.5000 untuk warga lokal.



Nah, buat yang solo travelling bisa menyewa pemandu wisata. Di depan gerbang pintu masuk dari Istana Air Taman Sari ini nanti akan banyak ditemui beberapa orang yang menawarkan jasa sebagai pemandu wisata, untuk harganya sih sukarela tapi menurut wisatawan rata-rata Rp.25.000 - Rp.30.000. Oh ya, jangan lupa tempat wisata ini buka dari jam 08.00-14.00 saja. Jadi jangan terlalu sore ya!

Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta


Benteng Vredeburg ini berada di ujung jalan Malioboro, tepatnya di Jalan Jend. A. Yani No.6, Jogjakarta. Tiket masuknya sangat murah,yaitu hanya Rp.3000 untuk orang dewasa.


Memasuki depan pintu gerbang Benteng Vredeburg, akan langsung disuguhi sebuah pemandangan pintu gerbang yang berasal dari penjajahan Belanda pasa jaman dulu. Museum ini sangat rekomen untuk dikunjungi, selain harga tiket masuknya yang murah, museum ini sangat cocok untuk wisata edukasi atau sekedar yang ingin berfoto dengan nuansa vintage, oh iya kawasannya begitu teduh dan juga membuat hati nyaman meskipun tanpa pasangan. #eaakkk


Pasar Beringharjo

Kalau ke Jogja pasti sebagian besar orang ingin mampir ke sini. Terletak satu kawasan dengan Malioboro, Pasar Beringharjo menjadi salah satu spot belanja yang tak pernah sepi oleh hiruk pikuk wisatawan. Mau pagi atau sore pasar ini tidak pernah sepi. Kalau mau berburu oleh-oleh khas Jogja di sini ada semua, kalau saya pribadi suka belanja daster batik. Hahaha, kostum ternyaman kalau lagi gabut di rumah. 

Sebenarnya saya tidak benar-benar merekomendasikan pasar ini untuk orang yang baru mencoba solo travelling. Karena tempatnya sangat ramai, jadi harus ekstra hati-hati, belum lagi buat kalian yang tidak bisa menawar harga. Kalau saya ke sini suka ngajak teman sih, karena alasan utama itu malas nawar harga,  Depik belum siap kena marah pedagang kalau nawarnya nggak sesuai. Hahaha

Alun-alun Selatan


Alun-alin Selatan, nama yang terkenal dengan sebutan Alkid (Alun-alun Kidul). Saya kalau ke sini suka sore menjelang malam, karena banyak sepeda lampu yang disewakan. Kalau ke Alkid jangan lupa ikut “Ritual Laku Masangin”,yaitu ritual menutup mata sambil mencoba berjalan kearah dua pohon beringin kembar. Katanya sih bagi siapa saja yang berhasil melakukan masangin maka orang tersebut hatinya bersih dan permohonannya akan terkabul. Meskipun saya kurang percaya, tetap saja kalau pas ke sana tidak mencoba itu rasanya nggak afdol. Hehehe

Makan Ice Cream di Tempo Gelato


Jauh-jauh ke Jogja makan Gelato ? eits, jangan emosi dulu! Gelato ini sangat terkenal di Jogja, nggak jarang kok wisatawan luar Jogja belain ke Jogja kadang juga ingin merasakan Tempo Gelato, termasuk saya. Selain di Prawirotaman, ada juga cabangnya di Jalan Kaliurang-Jogja. Jadi total ada dua cabang untuk Tempo Gelato ini.




Saya sarankan kalau datang ke sini harus sabar antri, apalagi kalau pas hari libur nasional. Saya ke sini terakhir waktu sehari sebelum tahun baru, ya bisa dibilang sudah memasuki musim liburan. Saya baru buka pintunya udah antri panjang :”). Waktu itu saya dapat no antrian 23, padahal baru dimulai no.3. Setelah antri panjang, lelah saya tergantikan dengan 2 scoop Gelato rasa strawberry dan matcha.

Nah, itu tadi hanya beberapa tempat saja yang saya rekomendasikan. Kalau untuk 2 hari satu malam wisata yang saya rekomendasikan tadi sangat cukup waktunya untuk dicoba. Sekarang tinggal kalian persiapkan saja sebelum keberangkatan. Misal pesan tiket perjalanan dan sewa penginapan, agar travelling berjalan dengan lancar.

Kalau saya pribadi suka mengandalkan pesan melalui online seperti Pegipegi yang bisa diakses kapanpun dan dimanapun tanpa ribet. Apalagi kalau ada promo, jiwa diskonan saya bergejolak seketika. Hahaha

Bagaimana cara pesannya ?
Gampang! Tinggal pilih saja kalian mau pesan tiket pesawat, kereta atau hotel. Contohnya nih saya mau pesan tiket kereta api menuju Jogja. Tinggal pilih saja nama stasiun dan tanggalnya.


Setelah tiket perjalanan beres, waktunya pesan hotel. Di Pegipegi banyak sekali pilihan hotelnya, dari yang on budget sampai yang mewah. Oh tenang saja! Ada banyak promo kok biasanya, tinggal pilih saja lokasi hotel di Jogja yang mau kita pesan hotel. 


Pesan di Pegipegi itu sangat mudah dan nyaman. Apalagi tersedia banyak metode pembayaran, dari kartu kredit, ATM, I-Banking, bank transfer, serta pembayaran tunai di Indomaret. 

Gimana ? tertarik untuk mencoba ?

See you on my next post !

XOXO,


Deprut


FIND ME ON

Intagram : Depruttt
Twitter : @Depruttt
Fanpage : Devi Purwati Blog
Email : devipurwati96@gmail.com

December 23, 2018

JALAN-JALAN KE KOTA LUMPIA SEMARANG #PART 1





Sebenarnya telat kalau saya cerita ini, lah liburannya sudah lewat beberapa bulan yang lalu. Ya gimana lagi, baru sempat ada waktu buat nulis artilel ini. Mumpung saya belum lupa ingatan liburannya dan pastinya sebelum lupa total budget yang saya habiskan liburan ke Semarang beberapa bulan yang lalu. hihihi, kenapa sih saya tertarik sekali buat share ? Karena kemarin saya liburan ke Semarang 3 hari 2 malam total biaya tiket kereta dan penginapan tidak sampai Rp. 250.000. Barangkali ada yang senasib kantongnya, tapi ngebet jalan-jalan. Mungkin bisa ikutin cara saya nanti. Jadi, baca sampai selesai !

..............................

Bermula dari lihat postingan instagram teman-teman liburan seketika membuat saya jadi iri. Kapan saya bisa liburan seperti itu ? Mengingat jadwal saya yang super duper padat. weekday kerja, sedangkan weekend kuliah. Terus tiba-tiba iseng lihat kalender 17 Agustus tanggal merah hari jumat, kebetulan waktu itu kuliah sedang libur semester dan kantor tempat bekerja sabtu-minggu off. Tanpa pikir panjang "YUHUUU AKHIRNYA DEPIK BISA LIBURAAANNN !" 

Maaf jadi norak, kalau kalian di posisi saya pasti akan paham rasanya liburan tanpa rencana itu gimana. wkwk. Terus waktu itu iseng aja buka obrolan di grup WA Beautiesquad. Si Bu Virly langsung menyarankan Semarang. "Emang ada apa aja sih di Semarang?". Setelah googling tentang solo trip ke Semarang dan ada guide gratis dari Bu Virly selama di sana, tidak ada 24 jam saya berpikir langsung beli tiket kereta. Kalau saya ingat-ingat, jam makan siang saya cari tahu tentang Semarang, sore pulang kerja langsung pesan tiket. By the way, saya pesan tiket tanggal 30 Mei untuk keberangkatan Semarang tanggal 17 Agustus. Sungguh niat banget kaaan ?? hahaha

..............................

Ada yang menarik selama liburan di Semarang. Karena dari awal memang niatnya liburan dalam kota saja, jadi kemana-mana kami berdua menyewa Go-Car. Ternyata liburan tanpa menyewa kendaraan itu bisa menyenangkan banget ! lebih efektif juga. Terus kami juga bisa keliling Semarang dengan modal transport GRATIS ! Penasaran kan kalau bahas gratisan? hahaha tenang nanti saya bahas detail tiap part, entah di part ini atau selanjutnya. Pokoknya baca sampai selesai !

DAY - 1 (17 Agustus 2018)

Hari pertama saya berangkat dari Stasiun Pasar Turi jam 04.30 WIB, padahal kereta berangkat jam 6 pagi. Maklum kan saya naik Go-Jek ke stasiun, jadi berangkatnya lebih pagi buat antisipasi kalau Go-Jek sepi. Padahal semalaman nggak bisa tidur sampai jam 3 pagi, alasannya takut tidur kebablasan. Eh malah jam 3 mata merem nggak kerasa, kebangun waktu jam 4 pagi adzan shubuh. Bangun langsung buru-buru mandi bebek, shubuhan langsung cusss. Jangan tanya mandi macam apa ! hahaha. Hanya waktu setengah jam langsung keluar gang kos pesan Go-Jek. Syukurlah nggak lama langsung dapat. Di perjalanan untung masih shubuh jadi sepi jalanan, ke stasiun pas jam 5 pagi. Setelah cetak tiket boarding pass langsung ke ruang tunggu. Iya saya nunggu 1 jam ! Ngerti gitu kan ditinggal tidur saja tadi, ah sudahlah lebih baik menunggu daripada ditinggal kereta, sudah cukup saya ditinggal doi saja. 


Pas masuk gerbong kereta kebetulan saya satu gerbong sama ibu-ibu lansia, eh ada juga sih yang ibu-ibu bukan-lansia. wkwkw, mereka kayaknya mau rekreasi rombongan, berasa gerbong sewaan karena hampir lebih separuh gerbong isinya rombongan tadi. Asli selama 4 jam perjalanan ibu-ibu ini nyanyi sepanjang perjalanan. Mirip sama rombongan anak sekolahan kalau lagi rekreasi. Untung saya ini tipe yang selalu nyaman tidur meskipun suasana berisik. Yep ! selama 4,5 jam perjalanan saya manfaatkan tidur. ngantuk euy tidur cuma 1 jam sebelum berangakat.


*FYI : Saya naik kereta ekonomi Maharani (Surabaya Pasar Turi - Semarang Tawang) seharga Rp.49.000 




Setibanya di Stasiun Tawang Semarang saya mampir dulu ke toilet, cuci muka biar segeran dikit ketemu Bu Virly. Sekalian pakai bedak sama lipstik. Maklum pas shubuh tadi kondisi muka lagi bare face. Bisa bayangin lah gimana kucelnya dalam perjalanan. Bahkan saya ngaca di toilet tidak mau mengakui wajah sendiri. 


Oh iya pas keluar Stasiun Tawang saya harus jalan lurus ke arah waduk depan stasiun. Soalnya para Go-Jek tempat pangkalnya di sana. Jadi buat kalian yang rencana pesan ojek online bisa ke arah waduk dulu. Kalau taksi online saya kurang tahu soalnya dekat situ banyak taksi konvensional, ya mungkin bisa jalan agak jauh lagi. Setahu saya sih kalau pesan online jangan dekat taksi konvensional kalau nggak mau ada masalah. 


Sekedar info saja, nggak tahu ini perasaan saya atau gimana. Ojek online sama konvensional di Stasiun Tawang kayak akur gitu, soalnya lokasi pangkalannya bersebrangan nggak masalah. Beda kalau saya di Stasiun Gubeng. Naik Go-Car atau Go-Jek dekat pangkalan taksi/ojek konvensional aja takut drivernya. 


Sekitar jam 11 pagi saya sudah ada di penginapan Sleep n Sleep, karena jarak stasiun ke penginapan tidak terlalu jauh, jadi kurang dari 10 menit saya sudah sampai di lokasi. Awas ketipu lokasi ya ! Saya sempat salah masuk gedung kuliahan karena lokasi sleep n sleep gabung jadi satu area, cuma tempatnya nyempil disamping gedung perkuliahan pas. Jadi pertama kali datang, saya dengan percaya diri masuk ke sebuah aula yang awalnya saya pikir ruang resepsionis. Dengan membawa tas ransel besar dan totebag, mirip orang pulang kampung. Saya masuk aja tanpa tanya dulu. Eh pas masuk aula, kebetulan aula itu ruang basket dan sialnya saya masuk dengan wajah polos langsung nyelonong. Seketika saya dilihatin penonton dong! Suasana sempat kikuk, ketika kesadaran saya mulai penuh. Saya langsung balik pura-pura sedang telp aja! Padahal asli malu bangeettt !!!.



Penginapan ini itu semacam capsule hotel jadi saya dapat harga murah banget, jadi modelnya itu bentuknya dorm, kebetulan saya pilih level 1 (bed bawah) karena takut tidak bisa manjat. hahaha, sedangkan Bu Virly level 2 (bed atas) yang sudah dipastikan gampang kalau manjat.  

Total biaya sebagai berikut :


Bed Level 1 : Rp. 59.000 x 2 Malam = Rp. 118.000

Bed Level 2 : Rp. 49.000 x 2 Malam = Rp. 98.000

Jadi kalau di total kasaran per orang cukup sediakan biaya 100 ribuan saja untuk 2 malam. Sangat terjangkau bukan? Nyaman tidak ? Nyaman menurut saya pokoknya bisa buang air besar di sana pasti sudah dipastikan saya nyaman, hahaha. Kamar mandinya bersih dengan hot shower, kasurnya juga empuk dengan dilengkapi colokan listrik di dalamnya. Sepertinya detail penginapan nanti akan saya update blog post secara terpisah saja.

Di penginapan ternyata saya sudah ditunggu Bu virly, tidak secanggung saat kami bertemu pertama kali di Jogja bulan Maret. Kebetulan waktu kami di penginapan waktu check-in masih menunggu sampai jam 2 sore, jadi sambil menunggu saya diajak Bu Virly langsung ke Lawang Sewu. Nggak afdol kalau ke Semarang tanpa mengunjungi Lawang Sewu, Lokasinya tidak terlalu jauh, sekitar 10-15 menit kami sudah sampai Lawang Sewu menggunakan Go-Car.



LAWANG SEWU, SERIBU PINTU SERIBU CINTA DI SEMARANG 


Saya tidak akan membahas kisah mistis ataupun romantisme tentang Lawang Sewu (emang ada yang romantis?). Saya mau membahas senang-senangnya saja waktu liburan kesana. Kalau mau cerita tentang lawang sewu saya pikir Google sudah lengkap. 

Lawang Sewu buka dari pukul 07.00 - 21.00 WIB. Biaya masuk juga terjangkau. Anak-anak usia 3-12 tahun (Rp.5000), Pelajar (Rp.5000), Dewasa (Rp.10.000).



Karena waktu itu kami datang pas tanggal 17 Agustus, jadi habis ada acara upacara di sana, soalnya ada kayak bekas lokasi setelah upacara 17-an gitu.


Kalau ke Lawang Sewu juga nggak afdol kalau nggak foto di antara pintu-pintunya. bener nggak? jadi tempat ini cukup instagrammable. Mau foto pakai tripod, selfie atau minta bantuan orang di sana. Jangan lupa foto yang banyak !




Ada kejadian dimana ketemu grup ibu-ibu sedikit rempong, dengan gaya yang sedikit nyetil, tidak lupa kacamata hitam sebagai aksesoris. Sebenarnya saya sudah melihat gerak-gerik mereka ingin difotokan, Yaaa baru saja saya batin seperti itu, tiba-tiba datang menghampiri kami. Lalu mulailah Bu Virly dengan senang hati jadi fotografer dadakan dengan ponsel mereka. Belum cukup sampai disitu, ternyata mereka juga minta tolong saya. Setelah itu, sebagai tanda terimakasih mereka menawarkan kami untuk difoto berdua. Kami pun menolak halus dengan menunjuk tripod. "Oalah Mbak e wes sedia kamera sama gagangnya sekalian toh!" . ((( GAGANG ))). Baiklah !




Cari spot foto di Lawang Sewu tidak perlu bingung. Setiap pojokan ruangan bisa buat spot. tapi ya mohon besabar karena yang datang juga banyak. Pintar-pintar saja curi-curi waktu langsung cekrek.




Ah iya, kalau mau foto di tempat kayak foto di atas ini, kalau pas rame antrinya lumayan. Kalau kata teman saya sih foto di lokasi ini enak pas pagi baru buka atau pas hari biasa. Hmmm pantes rame lah waktu itu saya datang pas hari libur nasional.



Semakin sore bukannya makin sepi. Malah makin rame. Karena sudah mulai bosan dengan keramaian. Akhirya kami memutuskan pulang. Aaah Finally ! Melihat segarnya orang jualan es di luar pagar lawang sewu, setelah menahan haus di dalam tadi. 





WISATA KULINER DI PASAR SEMAWIS PECINAN




Setelah check-in penginapan jam 2 sore, saya istirahat sekalian sholat di sana. Setelah mandi dan istirahat sampai habis maghrib. Selanjutnya saya diajak Bu Virly wisata kuliner ke Pasar Semawis. Dari awal bilang kalau saya mau ke Semarang weekend, Bu Virly sudah rencanain ngajak saya ke Semawis yang kebetulan buka setiap jumat, sabtu dan minggu jam 18.00 sampai 23.00 WIB. Lagi-lagi naik Go-Car, emang penolong banget dah! andai belum jamannya serba online gini. Mungkin masih repot kemana-mana naik transportasi umum kayak angkot.


Sampai lokasi beneran bikin mabok. Mabok makanan maksudnya. hahaha... Dari ujung ke ujung semua jajanan, dari masakan jawa, cina, jepang, korea semua kayaknya ada deh kalau dilihat. Padahal niat kesana sudah berdoa biar nggak khilaf mengingat timbangan berat badan yang semakin ke kanan. Tapi apalah, godaan makanan di sana lebih kuat menggoyahkan nafsu saya.









Pertama saya makan sayuran demi kesehatan, lama-lama saya merasa "nggakpapa deh sesekali kan ya! kapan lagi jajan enak di Semarang", terus saya incip sushi yang dibeli Bu Virly, makan telur gulung, terus minum teh poci yang milk tea, habis itu makan bubur yang mirip gudeg ? saya lupa namanya, mungkin ada yang tahu namanya bisa kasih tahu ini namanya apa. Sumpah ini enak banget ! Di Surabaya saya belum nemuin makanan sejenis ini, entahlah ada apa nggak saya belum tahu. 

"Aku makan salad buah aja deh!"

Beberapa menit kemudian.....



Kebetulan sudah mulai larut malam, mungkin pasarnya sebentar lagi juga tutup. Soalnya sudah banyak yang mulai pulang. Akhirnya wisata kulliner kami berdua cuma segitu, ya ada baiknya biar nggak jajan terus. hahaha, sebelum pulang kami cari minimarket, katanya udah kenyang sih! tapi lihat promo susu saya ambil 3 kotak ukuran 250ml. hahahaha



Pulang dari semawis tentu tidur nyenyak, perut udah full euy !! Setelah itu Saya dan Bu Virly tidur buat mengisi daya biar keesokan harinya bisa bangun pagi. Yep jalan-jalan hari ke-2 lebih panjang dan pastinya lebih seruuuuu ! 

Tunggu cerita semarang Part-2 ! 


See you on my next post !

XOXO,


Deprut


FIND ME ON

Intagram : Depruttt
Twitter : @Depruttt
Fanpage : Devi Purwati Blog
E-mail : devipurwati96@gmail.com







May 6, 2018

Serunya Belajar Membatik di Sogan Batik


Sudah pada kenal batik kan? iya dong pasti sebagai orang Indonesia wajib mengenal batik. Pasalnya sejak 2 Oktober 2009 batik ditetapkan oleh UNESCO sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi. Jadi semenjak itu Hari Batik diperingati setiap tanggal 2 Oktober.

Apalagi di Indonesia memakai batik sudah bukan hal yang jarang lagi. Lihat saja dari seragam sekolah anak SD, SMP, SMA sebagian besar sudah memiliki seragam batik, sampai baju kerja pun setiap hari Jumat kebanyakan sudah membuat aturan harus "Baju Batik". Tak terkecuali baju kondangan, sekarang berseragam batik couple saat mengahdiri undangan juga banyak, kalau jomblo couple bajunya sama gorden aja yes ! :D

Oh ya ngomongin tentang kain batik, pernah nggak sih kalian berpikir gimana sih cara pembuatannya? apalagi nih kalau dilihat motif kain batik semakin lama banyak sekali variasinya, seperti yang kita tahu teknik pembuatan kain batik ada beberapa, yaitu : Teknik tulis, teknik cap, teknik printing, teknik celup ikat dan teknik colet. Nah, dari kelima teknik tersebut seperti yang kita ketahui hasil yang paling bagus adalah teknik tulis, dibalik hasilnya yang bagus ternyata ada proses pembuatannya yang rumit. 

Bulan Maret 2018 kemarin waktu Gathering Beautiesquad di Jogja, salah satu kegiatannya adalah belajar membatik. Lokasi belajar membatik waktu itu berada di Sogan Batik yang berlokasi di Jl. Palagan Tentara Pelajar KM 10, Rejodani Sariharjo, Ngaglik, Sleman - Yogyakarta.

Saat pertama kali datang kami semua di sambut dengan suasana yang asri, serba hijau. nuansa alam banget lah ! lokasinya juga jauh dari keramaian jalan raya. Sampai aku pertama berpikir "hah serius ini tempatnya?". 




Sampai di lokasi langsung disambut perwakilan dari Sogan (aku lupa namanya, itu pokoknya mbak yang pakai baju hitam kerudung cokelat :D lihat di foto pertama).  Terus kita dipersilahkan ke lokasi belajar membatiknya, disana ternyata sudah ditunggu para pegawai yang sudah siap menyambut kita. Ibu-ibu pegawai Sogan semuanya ramah banget. Jadi betah disana.



Nah, waktu menunggu lilin yang sedang dipanaskan biar meleleh, kita dibagikan kain persegi yang sudah di gambar untuk dibagikan ke kami secara random. Yaa, tidak beruntung saya dapat motif kupu-kupu yang luamyan ribet. hahaha, Hasilnya nanti lihat sendiri dibawah, aku lupa fotoin gambar sebelum ditebalin pakai lilin soalnya.





Singkat cerita, ditengah proses membatik aku sempat frustasi karena cairan lilinnya beberapa kali nyumbat di canting. Tapi nggak sampai frustasi yang langsung nangis guling-guling :'D. Alhasil aku lanjut membatik dengan serius sampai buliran keringat berjatuhan. etdaahhh...





Tuh lihat di foto muka serius membatik kayak mau ujian nasional kan? hahaha, serius itu bukan foto sok candid, itu nggak sengaja ke foto sama mas fotografernya. Pas tahu ada hasil foto kayak gitu aja sempat kaget. Astagaaa ada foto muka begini. hahaha



Nah, ini baru foto sok manisnya. :D Sekalian mau pamer hasil membatik, Aku tahu tak sebagus punya teman-teman, tapi setidaknya aku sudah membuatnya dengan serius dan sepenuh hati seperti aku mencintai doi.. Halah !

Setelah itu kami diajak ke proses selanjutnya yaitu pewarnaan dan pelepasan lilin. Lokasinya tidak jauh dari lokasi sebelumnya. di tempat pewarnaan sudah disambut bapak-bapak Sogan. Kami disuruh pilih 2 warna Merah atau Biru. 





Setelah melihat proses yang lumayan rumit aku jadi semakin kagum sama pengerajin batik. Sumpah ini ribet banget ! nggak heran kalau harga batik tulis itu lebih mahal daripada batik lain. Aku nyesel selama ini kalau nawar batik selalu bilang "mahal banget sih!", jadi kalau buat kalian yang masih bilang kemahalan harga batik tulis, buat aja sendiri ! hahaha

Disana aku nggak lama-lama sih ! soalnya waktu itu bajuku putih polos, waktu pewarnaan juga airnya nyiprat kemana-mana, kan nggak lucu balik dari tempat itu bajuku jadi bermotif :D




Setelah itu kita dibawa ke proses akhir setelah kain batik jadi, yaitu di ruang penjahitan. Nah disini tempat dimana semua baju koleksi Sogan Batik di proses jadi baju-baju yang cantik. Untuk koleksinya kalian bisa cek di www.soganbatik.com . Sayangnya kami tidak bisa masuk kedalam, akhirnya aku cuma lihat proses menjahit dari depan pintu.

Dari semua proses belajar membatik tadi kita diberi hadiah tambahan berupa hasil membatik kami sendiri, setelah dijemur siap dimasukkan plastik dan dibawa pulang.





Tuh kan bisa lihat senangnya kami dapat hadiah hasil buatan sendiri. :'D

Dari pengalaman belajar membatik ini aku dapat banyak sekali pelajaran, bukan hanya belajar bagaimana membatik dengan benar, tapi aku juga mendapatkan pelajaran untuk lebih teliti, lebih ihklas dan pastinya lebih sabar biar hasilnya memuaskan. Bisa dilihat dari hasil membatik tadii hasilku paling amburadul. ahhahahah

Baiklah ! setidakknya saya sudah berusaha. *kalimat penghibur diri*

Sekali lagi terimakasih Beautiesquad dan Sogan Batik atas pengalamannya :*





See you on my next post !

XOXO,


Deprut


FIND ME ON

Intagram : Depruttt
Twitter : @Depruttt
Fanpage : Devi Purwati Blog
E-mail : devipurwati96@gmail.com

© Depruttt | Designed by . All rights reserved.